• SLIDER-1-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

Tampilkan postingan dengan label Kuasai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuasai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Asing kuasai 70 persen aset negara

Posted by Odiwijaya on 18.35

Prof Dr Pratikno M.Soc. (FOTO ANTARA/Noveradika)

Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,"
Kendari (ANTARA News) - Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70--80 persen telah dikuasi bangsa asing.

"Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing," katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu.

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen.

Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen.

"Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu harus dikuasi asing," katanya.

Oleh karena itu, kata Rektor UGM itu, untuk mempertahankan aset-aset yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan.

Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara asing.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir pada seminar nasional dengan judul Otonomi daerah dan konflik Pengelolaan Lahan mengatakan di era otonomi daerah saat ini seakan menjadi anak tiri yang selalu disalahkan.

"Pertanyaan saya bahwa, apa yang salah dengan otonomi daerah. Atau jangan-jangan kita lebih suka kembali ketata kelola pemerintahan yang sentralistis dan otoriter," katanya.

Menurut mantan anggota DPR-RI dari PDIP itu, langkah yang harus diambil untuk memwujudkan kedaulatan pangan khususnya daerah yang saat ini dipimpinnya di antaranya mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian.

Untuk itu, kata Ganjar, seminar nasional ini diharapkan melahirkan kebijakan baru yang bisa diwujudkan dalam upaya pemandirian bangsa.

(A056/H-KWR)


View the original article here

Selasa, 17 September 2013

Apple Tak Berhasrat Kuasai Pasar Dunia

Posted by Odiwijaya on 21.31

CALIFORNIA – Dari perhelatan yang digelar Apple pada Selasa 10 September lalu, terlihat jelas jika perusahaan tidak galau menyadari fakta sulit untuk benar-benar bisa menguasai pasar dunia. Akan tetapi, pupus sudah harapan suksesor iPhone 5 itu untuk menebalkan pundi-pundinya dengan mengeluarkan iPhone versi murah serta meraih simpati dari konsumen sejagat raya.

Sebab kenyataannya, Apple tidak benar-benar mengeluarkan iPhone dengan harga yang miring. Tampak bahwa raksasa Cupertino itu memasang skema harga yang sama seperti yang dilakukannya selama bertahun-tahun. Di mana baginya, iPhone 5C seharga USD549 dengan ikatan kontrak di Amerika Serikat (AS) dan USD733 di China itu sudah “murah”.

Hal itu jelas mengecewakan konsumen di Negeri Tirai Bambu. Sebab, harga yang diusung Apple dua kali lebih tinggi dibanding ponsel pintar Android kelas menengah di negaranya. Ketidaksesuain harga dengan kantong mendorong mereka ogah memboyong iPhone generasi ketujuh itu.

Sehingga, bukan tidak mungkin Apple akan kehilangan pangsa pasar di negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor satu di dunia tersebut. Tetapi, mungkin Apple perlu menahan nafasnya melihat hal yang sama di AS.

Dilansir Business Insider, Selasa (17/9/2013), pasar Negeri Paman Sam itu juga sudah mencapai titik jenuh dengan penjualan smartphone keluaran Apple. Di mana, jika perusahaan yang digawangi Tim Cook terus melakukan model seperti itu akan menjadikannya tidak menarik lagi bagi konsumen.

Meski demikian, Apple seperti menutup kupingnya terhadap berbagai komentar soal harga. Keputusannya untuk tetap memasang skema harga yang sama kian menegaskan jika mereka tidak terlalu memusingkan metrik pangsa pasar di seluruh penjuru dunia.

“Bagi kami, memenangi pasar bukan lah segalanya. Itu tidak pernah menjadi landasan Apple dalam mengeluarkan sebuah produk,” kata Tim Cook dalam Konferensi D11.

Ya, kesimpulannya Apple tidak ingin menggunakan filosofi yang sama dengan para kompetitornya, yakni memasang harga murah untuk menarik hati konsumen sehingga produknya laris manis di pasaran. Jelas sudah bahwa Apple ingin senantiasa menciptakan produk premium dengan balutan harga yang sesuai pula. (amr)


View the original article here

Search Site