• SLIDER-1-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Yuk Kita Intip Proses Pembuatan Mobil Listrik Tesla

Posted by Odiwijaya on 19.48

Jika Indonesia sedang dilanda demam mobil listrik (walaupun masih dalam bentuk prototipe), Amerika selangkah lebih maju, tidak mengherankan juga karena Amerika memang sudah lama dikenal dengan industri mobil-nya. Kali ini kami menghadirkan proses pembuatan mobil Tesla, bagi yang belum tahu Tesla adalah perusahaan mobil mandiri yang khusus membuat mobil bertenaga listrik.


Tesla memang ibarat bayi yang dikepung oleh raksasa ( GM, Ford, dan Chrysler) namun gebrakan dari Tesla cukup membuat industri mobil besar cukup waswas. Wajar sih karena Tesla walaupun tergolong kecil namun berani investasi tinggi di bidang mesin robotik dan desain inovatif.



Sekarang bagaimana mobil tersebut dibuat mari kita simak dibawah ini.

To create a Model S, Tesla starts out with 50 to 60 coils of various types of aluminum, with each coil weighing up to 20,000 pounds.

Untuk membuat Model S, Tesla membutuhkan 50 sampai dengan 60 coil aluminium dari berbagai jenis.

The coils are unwound and the aluminum is flattened, then fed into a blanking machine.

Lembaran aluminium dimasukkan ke mesin.

The blanking machine processes the pieces and cuts them into flat, even pieces. Sometimes a laser is also used to cut the blanks, as seen here.

Mesin lalu memotong-motong lembaran aluminium sesuai dengan bentuk mobil.

The new blanks are fed into press lines and "stamped" into different shapes that will later form the panels of the car. A part is stamped every 6 seconds in the factory.

Lempeng aluminium lalu dimasukkan mesin press untuk membuat bentuk panel bodi.

Next, the newly stamped panels are brought to the body shop, where they are put together to create the body of the Model S.

Bodi aluminium lalu dimasukkan ke mesin perakitan untuk disatukan dengan kerangka mobil.

Tesla uses one of five different methods to join parts: industrial-strength adhesive, self-piercing rivets, cold metal transfer welding, new delta spot welding, or conventional resistance welding as seen here.

Tesla menggunakan berbagai macam teknik welding, antara lain industrial-strength adhesive, self-piercing rivets, cold metal transfer welding, new delta spot welding, or conventional resistance welding.

The body leaves the framing area as a full shell and travels down a conveyor belt where it is primed and prepped for painting.

Panel bodi yang sudah disatukan lalu dikirim ke bagian pengecatan.

The paint shop is an incredibly clean environment - no dirt, dust or other noticeable particles are allowed to affect the car's finish.

Area ini adalah area paling bersih karena adanya debu dan partikel sekecil apapun bisa menimbulkan cela saat sesi pengecatan.

The painted body is then sent to General Assembly, where it is carried down an assembly line by robots that follow a magnetic pattern inlaid in the floor.

Setelah tahap pengecatan lalu tahap perakitan.

Tesla has 160 multi-tasking robots at their Fremont factory. Here you can see an advanced robot installing a seat in the Model S at a precise angle.

Tesla memiliki 160 robot multitasking untuk memasang bagian-bagian kendaraan, tampak terlihat robot memasang kursi depan dengan akurasi tinggi.

 The same robot that installs the seats is able to pick up a windshield, put glue on it, and attach it to the car in a matter of seconds.

Robot yang sama bisa memasang windshield, memasang lem, dan merekatkan dengan bodi secara bersamaan.

Of course, robots can't do everything. In this photo, a design engineer inspects a new Model S before it is sent out.

Tetap harus di inspeksi oleh insinyur Tesla sebelum dikirim ke konsumen.

The Fremont Tesla factory employs about 3,000 people.

Secara keseluruhan pabrik Tesla bisa mempekerjakan 3000 orang dalam satu lokasi pabrik.

Ya walau dibandingkan dengan industri kita, jelas kita masih kalah dalam hal teknologi produksi maupun desain kendaraan, namun ke depannya semoga industri mobil listrik nasional bisa mencontoh Tesla dan tidak hanya berakhir sebatas prototipe.

Sumber:

Senin, 16 September 2013

Penggunaan Bahan Perusak Ozon Pada Industri Dilarang Mulai 2015

Posted by Odiwijaya on 12.05

hcfcIlustrasi ikatan karbon HCFC (wikimedia commons).

Komitmen yang kuat dari seluruh pihak dan sosialisasi secara terus-menerus dalam melindungi lapisan ozon di atmosfer kita, secara langsung dapat berkontribusi terhadap perlindungan iklim global serta akan mendukung pencapaian masa depan yang lebih baik. Seperti dicanangkan dalam tema Hari Ozon Internasional 2013—“A Healthy Atmosphere, the Future We Want.”

Pemerintah untuk terus berupaya mengurangi penggunaan hidroklorofluorokarbon (HCFC) yang merupakan bahan perusak lapisan ozon (BPO). HCFC juga punya nilai potensi pemanasan global yang tinggi.

Bahan itu tidak boleh lagi digunakan di industri per tahun 2015. Di 2015, konsumsi HCFC ditargetkan turun 10 persen, kemudian 10 persen lagi pada 2018, hingga mencapai nol pada 2030.

Untuk mencapai target, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari industri pengguna, end-user, akademisi, media massa hingga masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil adalah memberi insentif kepada lembaga dan perusahaan untuk pengembangan teknologi mengganti HCFC. Menurut Arief Yuwono, Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup, di Jakarta, Jumat (13/9) lalu, sebanyak 78 perusahaan akan mendapat dana stimulan dari hibah internasional.

"Insentif disediakan bagi perusahaan nasional yang berkomitmen betul-betul untuk mengurangi HCFC," tambah Asisten Deputi Emma Rachmawaty. "Lalu, penting juga mengawasi impor karena mayoritas bahan HCFC diimpor," ujar Emma.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah berhasil dalam menghapuskan impor BPO jenis klorofluorokarbon (CFC) yang dikenal luas dengan sebutan Freon R-12 dan R-11 sejak 1 Januari 2008.

Sesuai kesepakatan dalam Protokol Montreal tahun 1987, pihak pemerintah berkewajiban menghapuskan BPO di Indonesia demi mendukung program perlindungan lapisan ozon.

Konvensi Wina dan Protokol Montreal merupakan suatu kesepakatan global dalam melaksanakan program perlindungan lapisan ozon stratosferik. Sebanyak 197 negara meratifikasi perjanjian tersebut, termasuk Indonesia.
(Gloria Samantha. Sumber: KLH, Kompas)


View the original article here

Search Site