• SLIDER-1-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Gadis Berdarah India Juarai Kontes Miss America

Posted by Odiwijaya on 12.12

Nina Davuluri (24) menjadi perempuan keturunan India pertama yang memenangkan kontes kecantikan Miss America. | AP Photo/Mel EvansNEW YORK, KOMPAS.com — Nina Davuluri (24) menjadi perempuan berdarah India pertama yang memenangi kontes kecantikan Miss America.

Dalam penyematan mahkota juara dalam kontes yang digelar di Atlantic City itu, perempuan kelahiran New York tersebut mengungkapkan kebahagiaannya.

"Saya sangat bahagia karena organisasi ini mendukung keberagaman," ujar Nina yang bercita-cita menjadi dokter itu.

Namun, tak semua orang senang dengan kesuksesan Nina. Sejumlah orang mencerca Nina dan menyebutnya sebagai orang Arab "berwajah teroris".

"Saya sangat marah saat ini karena seorang Arab memenangi kontes," kata seorang pengguna Twitter, DallasRobinson8.

Kecaman lain juga datang dari Jakeamick5.

"Bagaimana mungkin orang asing memenangi Miss America? Dia seorang Arab!"

"Kontes ini disebut Miss America, kau bertampang seperti teroris," kata Emi_adkins.

Namun, tak sedikit pengguna Twitter dan media sosial membela kemenangan Nina.

"Saya tak menyangka banyak orang bersikap rasial terhadap Miss America yang baru! Orang seperti itu seharusnya dilenyapkan," kata TonySlas93.

Dukungan lain datang dari pengguna Twitter bernama Aashkey.

"Negara ini penuh dengan orang rasis. Inilah Amerika."

"Dunia ini begitu kejam. India atau bukan, dia memiliki segalanya untuk menjadi Miss America," itulah dukungan dari CJlovebug.

Lalu bagaimana tanggapan Miss America Nina Davuluri soal sejumlah kecaman ini?

"Saya harus tegar menghadapi ini semua. Saya selalu menganggap diri saya sebagai seorang Amerika," ujar Nina.

Nenek Nina, V Koteshwaramma (89), mengatakan, dia menangis bahagia ketika menonton berita yang mengabarkan kemenangan cucunya itu.

"Saya sangat bahagia. Itu adalah mimpinya dan dia meraihnya," kata sang nenek yang tinggal di kota Vijaywada, India.


View the original article here

Pengacara Terpidana Pemerkosa Mahasiswi India Akan Dikenai Sanksi

Posted by Odiwijaya on 12.07

AP Singh, pengacara empat terpidana mati kasus perkosaan mahasiswi India akhir tahun lalu, terancam kehilangan izin praktiknya setelah mengeluarkan pernyataan yang mengundang kecaman para pegiat hak perempuan India. | SAJJAD HUSSAIN / AFPNEW DELHI, KOMPAS.com — Asosiasi pengacara di ibu kota India mengatakan, mereka mempertimbangkan untuk mencabut izin praktik AP Singh, penasihat hukum dua terdakwa kasus pemerkosaan yang menggegerkan negara tersebut.

Dua klien Singh sudah dinyatakan terbukti bersalah memerkosa dan membunuh mahasiswi di New Delhi tahun lalu. Korban diperkosa beramai-ramai, dipukuli, dan dilempar dari sebuah bus. Ia kemudian meninggal dunia ketika menjalani perawatan di Singapura.

Dalam salah satu pernyataannya, Singh menuduh korban melakukan seks pranikah dan keluar rumah pada malam hari dengan seorang pemuda.

Singh mengatakan, jika ia menjadi ayah mahasiswi itu, maka ia akan membakar hidup-hidup mahasiswi tersebut dan semua orangtua seharusnya mengikuti jejak dirinya.

Asosiasi pengacara mengatakan, komentar AP Singh itu memicu protes dan keberatan dari para pegiat dan pengacara perempuan.

Asosiasi pengacara di Delhi mengatakan, izin praktik Singh akan dicabut bila Singh tidak meminta maaf. Pernyataan ini dikeluarkan setelah klien Singh dijatuhi hukuman mati setelah terbukti melakukan aksi pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswi pada akhir tahun lalu di New Delhi.

Dalam vonis yang dijatuhkan hari Jumat (13/9/2013), hakim mengatakan tindakan para terdakwa melukai perasaan seluruh rakyat India.

Hakim menambahkan, ketika angka kejahatan terhadap perempuan meningkat, pengadilan tidak bisa menutup mata atau membiarkan tindakan kejahatan keji seperti ini.

Mengomentari vonis hakim, Singh mengatakan, "Ini bukan kemenangan bagi kebenaran. Ini adalah kekalahan keadilan."


View the original article here

Bocah 4 Tahun Diperkosa di Dalam Sebuah Bus Sekolah di India

Posted by Odiwijaya on 12.03

NEW DELHI, KOMPAS.com — Kepolisian Mumbai, India, tengah memeriksa seorang pekerja kebersihan yang diduga memerkosa seorang bocah perempuan berusia empat tahun di dalam sebuah bus sekolah.

Tersangka yang berusia 26 tahun itu ditahan setelah bocah perempuan itu mengaku tersangka mengajaknya duduk di belakang bus sekolah untuk menunjukkan sebuah tipuan sulap.

Polisi mengatakan menerima pengaduan dari orangtua bocah itu. Dalam laporan itu dikatakan, korban dan kawannya yang pertama masuk ke dalam bus pada saat tersangka sedang membersihkan bus itu.

Tersangka kemudian mengancam akan membunuh kedua bocah itu jika mereka mengadukan kejadian tersebut kepada orang lain.

"Tersangka memanggil bocah perempuan itu ke bangku belakang dengan alasan akan ditunjukkan tipuan sulap," kata Inspektur Polisi SK Mohite.

"Lalu tersangka menangkap bocah itu dan memerkosanya," lanjut Mohite.

Mohite menambahkan, bocah perempuan itu sudah menjalani pemeriksaan medis dan dokter memastikan bocah itu mengalami serangan seksual.

"Investigasi terkait masa lalu tersangka sedang berlangsung," tambah Mohite.

Sejumlah laporan mengatakan, insiden yang terjadi di kota Thane, di sebelah utara Mumbai, itu merupakan kejadian kedua tahun ini.

Pada Februari lalu, seorang pembersih bus sekolah ditahan polisi di kota Malad setelah dituduh memerkosa seorang bocah berusia tiga tahun.

Kabar pemerkosaan anak kecil ini muncul hanya beberapa hari setelah empat tersangka pemerkosa seorang mahasiswi New Delhi dijatuhi hukuman mati.


View the original article here

Search Site