• SLIDER-1-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

Tampilkan postingan dengan label Abbott. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abbott. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Hanya Tunjuk Satu Menteri Perempuan, Kabinet Tony Abbott Dikritik

Posted by Odiwijaya on 12.06

Julie Bishop menjadi satu-satunya menteri perempuan dalam kabinet bentukan PM Australia yang baru Tony Abbott. | AFPCANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri baru Australia, Tony Abbott, Senin (16/9/2013), mengumumkan susunan kabinet pemerintahannya. Namun, susunan kabinet ini langsung mendapat kritik karena hanya memasukkan satu perempuan di dalamnya.

Satu-satunya menteri perempuan itu adalah Julie Bishop, yang diposisikan sebagai menter luar negeri dalam kabinet yang terdiri atas 19 orang menteri itu.

Abbott, yang memenangkan pemilihan umum pada 7 September lalu itu, mengaku juga kecewa karena hanya sedikit perempuan yang ada di dalam kabinetnya.

"Banyak perempuan berbakat yang layak duduk di kabinet dan kementerian," kata Abbott.

"Sehingga saya pikir di masa depan akan semakin banyak perempuan duduk di kabinet dan kementerian," lanjut Abbott.

Meski berusaha menyampaikan alasannya, keputusan Abbott yang membentuk kabinet minim perempuan itu tetap mendapat kritik tajam.

"Kabinet Afganistan saat ini memiliki jumlah menteri perempuan lebih banyak dibanding Australia," kata ketua sementara Partai Buruh Chris Bowen.

Sementara itu, Senator Sue Boyce, anggota Partai Liberal pimpinan Abbott, mengatakan, jumlah menteri perempuan yang sangat minim saat ini merefleksikan masalah di dalam partai yakni perempuan sulit mendapatkan promosi.

"Sangat memalukan dan mengejutkan. Statistik ini akan terus mencoreng kemenangan dalam pemilu," ujar Boyce.


View the original article here

Abbott: Australia Akan Usir Perahu Pencari Suaka

Posted by Odiwijaya on 11.41

Pemimpin konservatif Australia Tony Abbott di luar tempat pemungutan suara di Sydney, Sabtu (7/9/2013). | AFP PHOTO / Saeed KHANCANBERRA, KOMPAS.com - Perdana menteri terpilih Australia Tony Abbott mengatakan kebijakan baru yang ketat untuk mencegah pencari suaka masuk ke wilayah Australia dari perairan Indonesia dengan perahu, akan berlaku mulai Rabu (18/9/2013).

Kebijakan baru pemerintah di bawah komando Abbot antara lain meliputi penggiringan perahu pembawa pencari suaka yang hendak ke Australia kembali masuk ke perairan Indonesia.

Ia mengatakan angkatan laut akan dikerahkan untuk memaksa perahu-perahu pembawa imigran kembali ke wilayah perairan Indonesia dan langkah itu akan diberlakukan begitu pemerintah baru diambil sumpah.

"Pada hari pertama, yaitu hari Rabu, saya berharap Operasi Kedaulatan Perbatasan akan dimulai," kata Abbot kepada para wartawan di Canberra, Senin (16/9/2013)

Operasi pencegatan di laut wilayah utara akan berubah menjadi blak-blakan," tambahnya seperti dikutip kantor berita AFP. 

Perahu nelayan

Dia juga mengatakan dalam operasi tersebut pemerintah Australia akan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pihak berwenang Indonesia. Dalam jumpa pers hari ini, Abbot kembali menegaskan akan mengunjungi Indonesia secepat mungkin untuk membahas masalah ini.

Selain mengusir perahu pencari suaka, Abbot juga pernah mengungkapkan rencana untuk membeli perahu-perahu dari para nelayan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natelegawa menegaskan Indonesia akan menolak rencana tersebut seperti disampaikannya dalam pertemuan dengan Komisi I DPR beberapa hari lalu di Jakarta. Langkah tegas mencegah pencari suaka ke Australia merupakan salah satu janji kampanye Tony Abbot dalam pemilihan umum lalu.

Gagasannya untuk mengurangi jumlah imigran yang masuk ke Australia dengan menggunakan perahu berhasil membantu Abbot mengakhiri kekuasaan partai Buruh selama enam tahun terakhir.

Sosok yang dicalonkan menjadi menteri luar negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Australia akan meminta pengertian Indonesia tetapi tidak akan meminta izin dalam menerapkan kebijakan baru.


View the original article here

Search Site